Rangkaian Catu Daya Switching

Catu daya switching adalah catu daya yang pengaturan dayanya menggunakan peranti switching (saklar) Elektronik. Dan Catu Daya Switching ini biasanya terdapat pada rangkaian sumber daya / tegangan utama sebuah perangkat Elektronika, seperti Power Supply Personal Computer. Perlu diketahui hampir semua perangkat elektronika yang membutuhkan sumber daya yang stabil pasti menggunakan Switching.

Beberapa keunggulan Catu Daya Switching
a.            Efesiensi besar antara 65% - 85%.
b.            Kecil dan ringan.
c.            Kemampuan untuk dapat beroperasi pada kisaran tegangan input yang besar, Auto voltage dengan range antara 80 Volt – 240 Volt.

Skema Rangkaian Catu Daya Switching.


Komponen Utama yang terdapat pada catu daya Switching.
a.            Pada blok Unregulated  menggunakan 4 Dioda  (Half  Wav) Type 1N5406 dan  menggunakan Elco dengan ukuran 400 Volt  220  Mf.
b.            Pada blok Switching  menggunakan Mosfet Type  K 2141.
c.            Pada blok Trafo Inventer menggunakan Trafo Type 1621-0074-00. TVE 9614.
d.            Pada blok Regulated menggunakan bermacam - macam ukuran Dioda dan Elco sesuai dengan tegangan yang dikeluarkan oleh Trafo Inventer.
e.            Pada blok Komporator menggunakan IC Type UC 3842.

Note:
Ukuran komponen utama pada catu daya Switching tidak harus seperti apa yang tercantum diatas, bisa saja berbeda tergantung jenis perangkat elektronik.

Cara kerja Catu Daya Switching:
Arus  dari sumber tegangan masuk ke blok UnRegulated (Dioda kiprox dan Elco) di  blok ini Tegangan AC dirubah menjadi Tegangan DC terus kemudian tegangan masuk  blok Switching (yang dimaksud switching ini bisa berupa IC, Transistor, Mosfet ) kemudian tegangan masuk ke blok Inventer (Trafo Inti Ferit) di blok ini akan kembali terjadi perubahan tegangan yang tadinya Tegangan  sudah DC dirubah kembali menjadi Tegangan AC tetapi sifat  tegangannya  tidak  sama dengan tegangan AC dari sumber. Kemudian tegangan masuk ke blok Regulated (Dioda Half Wave, penyearah  dan Elco), di blok ini akan kembali terjadi perubahan tegangan yang tadinya Tegangan AC dirubah lagi menjadi DC kemudian Tegangan baru masuk ke beban dan ada yang masuk ke blok Komporator (Blok ini berupa IC dimana IC ini masih  terletak satu blok dengan blok catu daya Switching ).

Fungsi masing-masing blok Catu Daya Switching.
a.            Penyearah
Berfungsi untuk menyearahkan tegangan input 
220 / 110 volt AC menjadi tegangan searah (DC). Hasil penyearahan ini  merupakan tegangan DC yang mengandung denyut dengan frekwensi 100 Hz,  dikarenakan menggunakan penyearah rangkap.
b.           Tapis  Perata I
Berfungsi untuk meratakan tegangan hasil penyearahan. Tegangan DC disini bisa di sebut tegangan DC tidak teregulasi  (Unregulated  DC Voltage). Tegangan ini belum digunakan untuk rangkaian televisi / monitor yang lain.
c.            Switch  Electronic
Berfungsi untuk memutus-mutus tegangan DC yang belum teregulasi dengan  frekwensi yang sangat tinggi, minimal mendekati frekwensi Horizontal Osilator.  Tujuan dipakainya frekwensi yang tinggi ini untuk memperoleh tingkat efesiensi  yang tinggi. Komponen yang yang bisa digunakan untuk rangkaian switching  antara  lain: Transistor, FET, SCR. Tegangan yang dihasilkan dari rangkaian  switching berupa tegangan DC yang berdenyut dengan frekwensi berkisar  pada  20  Khz.
d.           Tapis Perata II
Berfungsi untuk menhilangkan denyut 20 Khz. Tegangan yang dihasilkan adalah  tegangan rata.
e.            Error  Amp
Berfungsi untuk membandingkan tegangan keluaran dengan suatu tegangan  acuan (Refferance). Dari hasil perbandingannya diperolehtegangan koreksi  yang  di umpankan ke Driver yang menyuplay Switching. Dengan demikian diperoleh  suatu besaran tegangan yang bisa diatur-atur.

Semoga Bermanfa’at…

0 komentar:

Poskan Komentar